Tag Archives: transfer factor asma

Mencegah Kambuhnya Penyakit Asma

Obat Asma Herbal 300x263 Mencegah Kambuhnya Penyakit AsmaDi dalam kehidupan sehari-hari ada beberapa penyakit yang sudah dianggap biasa sehingga tidak terlalu mendapatkan sorotan yang penting. Penyakit seperti flu, pusing, maag dan penyakit asma merupakan beberapa contoh yang sering diremehkan. Padahal, kalau dibiarkan terus merongrong, penyakit tersebut dapat mengganggu aktivitas normal kita. Bagian terburuknya adalah, apabila kita tidak segera menangangi penyakit musiman semacam ini, bisa jadi menjadi penyakit yang serius dan mengamcam nyawa kita. Penyakit yang cukup ringan tetap sering menyerang bagian pernafasan kita adalah penyakit asma. Biasanya penyakit ini dipicu oleh perubahan cuaca atau alergi. Apabila temperatur udara mendadak turun dan menjadi dingin, penyakit ini akan muncul seketika. Demikian pula apabila seseorang mengalami alergi, penyakit ini juga akan tiba-tiba menyerang. Hal lain yang juga bisa menjadi pemicu adalah perubahan emosi, yaitu ketika sang penderita mengalami perubahan emosi mendadak, entah terlalu bahagia atau terlalu sedih, penyakit ini juga bisa muncul dan mengganggu momen penting.

Sebenarnya ada beberapa cara alami yang bisa kita lakukan untuk melawan penyakit asma. Salah satu kebiasaan yang penting untuk mencegah kambuhnya penyakit ini adalah dengan berjemur. Banyak peneliti yang menemukan manfaat sinar matahari terhadap kesehatan. Dalam sinar matahari terdapat vitamin D yang sangat berguna untuk menenangkan sistem imun kita. Beberapa dokter percaya bahwa penyakit ini timbul karena sistem daya tubuh yang terlalu aktif. Oleh karena itu, vitamin D dalam sinar matahari akan sangat membantu kita untuk menangani agresivitas sang sel imun.

Selain itu, ada juga beberapa makanan yang sangat cocok untuk menjadi sumber penyembuh penyakit asma. Alpukat misalnya, memiliki kandungan anti asma yang juga disebut dengan  L-glutathione. Sel tersebut sangat aktif dalam melawan sel radikal bebas dan juga melindungi sel imun sehingga bisa berkerja dalam skala wajar. Makanan lain yang juga sangat bermanfaat bagi penderita penyakit asma adalah kubis. Dalam setiap bonggol kubis, terdapat prosentase vitamin C yang sangat tinggi, sama seperti bayam dan jeruk. Vitamin C adalah zat yang sangat spesial karea dia memiliki kemampuan khusus untuk melawan zat radikal bebas. Faktanya, vitamin ini dapat menghalangi aktivitas zat radikal bebas yang biasanya bisa menimbulkan kontraksi otot pernafasan dan berakhir pada kambuhnya penyakit asma.

Solusi untuk Penyakit Asma

Ketika menghadapi penyakit yang sering kambuh seperti penyakit asma, banyak orang yang memilih untuk menyerah. Mereka akhirnya pergi ke dokter dan terpaksa harus menelan obat-obatan kimia untuk menghadapi penyakit ini. Tentu saja obat-obatan tersebut memiliki efek samping yang sangat buruk untuk tubuh kita. Karena untuk jangka panjang, tubuh kita akan semakin kebal terhadap barang kimiawi dan dosis obatnya harus dinaikkan lagi. Solusi paling praktis dan paling ekonomis bagi penderita penyakit ini adalah 4life transfer factor. Produk ini merupakan jawaban dari semua penantian yang panjang. Mungkin banyak yang mengira bahwa 4life transfer factor adalah obat herbal. Padahal fakta yang telah ada adalah produk ini merupakan hasil penelitian yang sudah terbukti dan juga sudah diuji di laboratorium yang terpercaya. Tidak seperti obat penyakit asma lainnya, produk ini dibuat dari kolostrum sapi dan juga ekstrak kuning telur ayam yang memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Selain itu, kedua sumber kolostrum tersebut juga memiliki kandungan vitamin C yang sangat bagus untuk mencegah kambuhnya penyakit asma.

Di dalam setiap produk 4life transfer factor memiliki sumber transferfactor yang sangat kaya akan manfaat. Dengan bantuan produk ini, kita tidak perlu lagi khawatir bahwa penyakit asma kita akan tiba-tiba muncul karena dia dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita hingga 437%. Dengan demikian, tubuh kita akan semakin waspada akan setiap rangsangan baik rangsangan alergi maupun rangsangan cuaca yang dapat menimbulkan gangguan pernafasan. Selain itu, di dalam produk 4life transfer juga terdapat 44 rantai asam manusia yang sangat cocok untuk para penderita penyakit asma. Hal itu karena segala kerusakan di dalam tubuh yang disebabkan oleh penyakit ini, dapat segera sembuh seketika. Asam amino dapat membantu mempercepat proses pertumbuhan kembali sel-sel yang rusak dan menggantiknya dengan sel-sel yang lebih sehat.

Pengobatan Alami Penyakit Asma Dengan Transfer Factor

  1. Transfer Factor dapat menenangkan penyakit asma secara alami dibandingkan obat farmasi seperti inhaler
  2. Tidak ada efek samping dalam pemakaian jangka waktu panjang dan dapat mengurangi frekuensi munculnya  serangan asma
  3. Transfer Factor merupakan molekul ajaib yang berguna untuk mengenali sumber penyakit sehingga sistem imun dapat membasminya dengan baik yang biasanya diakibatkan oleh infeksi
  4. Transfer Factor dapat meningkatkan sistem kekebalan Tubuh sehingga menjaga daya tahan tubuh serta mengeluarkan racun-racun di dalam tubuh
  5. Kandungan rantai asam amino terbanyak di seluruh dunia (44 rantai asam amino) berfungsi untuk regenerasi sel yang rusak

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan solusi pengobatan terbaik dengan Transfer Factor

Terima Kasih

Mendeteksi Gejala Asma Akut

Obat Asma Herbal 300x263 Mendeteksi Gejala Asma AkutAsma alias sesak nafas adalah penyakit yang cukup membuat penderitanya kerepotan. Repot ketika tidur, repot ketika berolahraga dan bahkan repot ketika kecapaian. Penyakit ini membuat saluran pernafasan (paru-paru) tidak dapat menyerap oksigen secara optimal sehingga sel-sel di seluruh organ tubuh akan mengalami kekurangan zat O2 ini. Bagi penderita asma, olahraga renang menjadi kegiatan yang wajib diikuti minimal seminggu sekali. Olahraga air ini dipercaya mampu memaksimalkan fungsi paru-paru dalam menyerap oksigen.

Namun tidak semua gejala sesak nafas dikategorikan asma. Bisa saja sekedar alergi terhadap dingin, debu, asap rokok atau kotoran sehingga terapinya tidak sama dengan mereka yang benar-benar menderita asma. Untuk mengenal gejala penyakit ini, sedikitnya terdapat 10 ciri yang apabila pembaca mengalami sebagian besarnya maka bisa dipastikan menderita asma.

Pertama, nafas penderita asma lebih sering setengah-setengah. Ini adalah gejala umum yang sering terjadi. Nafas pendek dan terkadang suka berbunyi seperti gesekan biola. Kedua, batuk yang sering terjadi. Ini menandakan bahwa ada sesuatu yang mengganggu pada sistem pernafasan kita, terutama paru-paru. Nafas setengah dan seringnya batuk ini mengakibatkan munculnya gejala berikutnya yaitu dada terasa sesak. Timbulnya rasa sakit yang konstan akibat paru-paru yang berada di bawah tekanan merupakan ciri dari mereka yang menderita penyakit ini.

Akibat dari kekurangan oksigen dan batuk yang terus menerus, otomatis tubuh akan menjadi lemah dan lesu. Distribusi oksigen yang terganggu oleh paru-paru ini merupakan gejala yang terlihat jelas bagi penderita asma. Apalagi kalau berolahraga, penderita biasanya akan merasa lebih cepat lelah dari mereka yang tidak mengidap asma.

Kesulitan bernafas berakibat penderita akan kesulitan tidur. Tentu saja ini akan menganggu produktifitas sehari-hari. Dan penderita lebih sensitif terhadap alergi karena dengan kurangnya tidur artinya mengurangi istirahat yang tentu saja secara otomatis mengurangi daya tahan tubuh seseorang. Mereka yang menderita asma biasanya akan kesulitan untuk terlibat dalam aktifitas fisik dengan durasi waktu yang panjang.

Ciri-ciri di atas adalah gejala umum yang biasanya diderita oleh mereka yang mengidap asma. Untuk memastikannya, bisa juga dengan menggunakan alat seperti peak flow meter. Alat medis ini berfungsi untuk mengukur fungsi paru-paru dan untuk menentukan apakah seseorang itu benar menderita asma atau tidak.

Beberapa olahraga yang cocok sebagai terapi asma adalah senam aerobik low impact. Senam jenis ini gerakannya aman buat penderita karena tidak terlalu memberatkan fisik namun bisa membugarkan tubuh. Tentunya harus bertahap agar badan tidak ‘terkejut’ dan tiba-tiba kolaps. Olahraga lain yang bisa dicoba adalah jogging, berjalan di atas treadmeal, atau mengayuh sepeda statis.

 Selain olahraga, asma bisa dicegah dengan terapi imun yang menggunakan ekstrak antibodi dengan teknologi tinggi sehingga seseorang yang ingin kebal terhadap virus maupun bakteri (termasuk penyakit peernafasan) bisa memanfaatkan terapi jenis ini. Metodenya yang sederhana, yaitu dengan mengkonsumsi tablet/kapsul/cairan secara rutin maka tubuh akan memiliki ‘dokter pribadi’ yang bisa mendeteksi benda asing apapun yang masuk ke dalam tubuh.

 Terapi imun yang lebih dikenal dengan Transfer Factor ini sudah sangat populer di negara-negara maju seperti Amerika dan Eropa. Salah satunya adalah minum jus yang sudah diekstrak dengan antibodi sehingga orang tidak merasa sedang melakukan terapi kesehatan. Rasanya yang segar dan jauh dari kesan ‘obat’ membuat orang ketagihan untuk mengkonsumsi transfer factor ini.

Pengobatan Alami Penyakit Asma Dengan Transfer Factor

  1. Transfer Factor dapat menenangkan penyakit asma secara alami dibandingkan obat farmasi seperti inhaler
  2. Tidak ada efek samping dalam pemakaian jangka waktu panjang dan dapat mengurangi frekuensi munculnya  serangan asma
  3. Transfer Factor merupakan molekul ajaib yang berguna untuk mengenali sumber penyakit sehingga sistem imun dapat membasminya dengan baik yang biasanya diakibatkan oleh infeksi
  4. Transfer Factor dapat meningkatkan sistem kekebalan Tubuh sehingga menjaga daya tahan tubuh serta mengeluarkan racun-racun di dalam tubuh
  5. Kandungan rantai asam amino terbanyak di seluruh dunia (44 rantai asam amino) berfungsi untuk regenerasi sel yang rusak

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan solusi pengobatan terbaik dengan Transfer Factor

Terima Kasih

Bahaya Penyulut Asma di Sekitar Lingkungan Penderita

pemicu asma Bahaya Penyulut Asma di Sekitar Lingkungan Penderita

pemicu asma

Banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit asma. Faktanya, penyebab dari penyakit asma ada di sekitar lingkungan sang penderita asma. dibutuhkan kewaspadaan yang tinggi guna menurunkan risiko bahaya yang lebih besar lagi.

 

Guru Besar Bagian Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Persahabatan, Faisal Yunus, di Jakarta, Selasa (8/5/2012), mengatakan, gejala asma ditandai dengan batuk-batuk pada malam hari, rasa berat atau nyeri di dada, sesak napas, dan napas berbunyi ‘ngik-ngik’ atau ‘mengi’ (wheezing).

 

Tetapi, gejala asma muncul karena ada faktornya pencetusnya faktor tersebut berbeda-beda pada setiap orang. perlunya kewaspadaan serta pertolongan mandiri jika penderita tiba-tiba terkena serangan asma.

 

Pencetus ini dapat berupa debu rumah, kelelahan, emosi, bulu binatang (anjing, kucing, kecoa, tungau), serbuk sari aneka bunga, cuaca (panas atau dingin), makanan (es krim, kacang, tomat), protein jenis tertentu (udang, telur, kerang, kepiting), hingga polutan penyebab polusi udara (asap knalpot kendaraan, asap cerobong pabrik, asap rokok).

 

“Gejala asma lebih sering muncul pada malam hari, karena banyak faktor pencetus disekeliling penderita, mulai suhu yang dingin, tungau di tempat tidur yang memakan kulit tubuh manusia yang terkelupas, hingga turunnya hormon kortisol (pengatur stress),” katanya.

 

Menurut Faisal, asma tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikontrol. Selain menghindari pencetus asma, pengobatan yang tepat dan olahraga teratur menjadi kunci. Obat asma yang digunakan memiliki dua jenis, yaitu obat pelega napas dan obat pengontrol asma.

 

Walaupun obat pelega nafas sangat membantu penderita asma, tidak boleh digunakan secara terus menerus.

 

Obat pengontrol asma harus dikonsumsi rutin setiap hari. Obat ini dapat menghilangkan asma dalam jangka waktu lama hingga tidak sering kambuh. Namun, karena sifat asma yang tidak bisa disembuhkan, obat ini hanya bersifat menekan gejala asma.

 

“Jenis obat paling baik digunakan adalah yang bersifat obat hirup atau inhalasi karena efek sampingnya paling ringan dibanding obat minum atau obat suntik. Dosis obat hirup paling rendah, namun tetap tidak boleh dikonsumsi terus menerus” katanya.

 

Dokter spesialis paru yang merupakan anggota Tim Dokter Pelaksana Pemeliharaan Kesehatan Bagi Menteri dan Pejabat Tertentu, Budhi Antariksa, menambahkan, serangan asma jarang yang memicu kematian. Serangan asma terdiri atas empat bagian, yaitu serangan ringan, sedang, berat dan mengancam jiwa.

 

Serangan yang dapat merengut jiwa adalah serangan yang sangat berbahaya. perlunya tahapan hingga serangan asma menjadi sangat berbahaya. pentingnya pencegahan mandiri serta gaya hidup sehat agar penyakit asma dapat dikendalikan dengan baik.



DAPATKAN KESEHATAN YANG OPTIMAL DAN SOLUSI PENYAKIT ANDA DENGAN 
TRANSFER FACTOR. UNTUK MENGETAUHI LEBIH LANJUT SEGERA HUBUNGI KAMI.

TERIMA KASIH.

 

Kandungan Zat Dalam Wine Dapat Menyebabkan Penyakit Asma

wine asma Kandungan Zat Dalam Wine Dapat Menyebabkan Penyakit Asma

Wine dan Asma

Wine mempunyai banyak kegunaan bagi kesehatan seperti menghangatkan tubuh. tapi, menurut penelitian, jika dikonsumsi sangat banyak dapat membuat orang terkena serangan asma. kejadian itu disebabkan karena wine mengandung bahan sulfit.

 

Bahan sulfit merupakan salah satu zat aditif yang digunakan sebagai pengawet yang mencegah pertumbuhan bakteri. Namun, bahan ini sangat bahaya bagi kesehatan tubuh seseorang.

 

Menurut penelitia, pada orang yang sensitif pada  kandungan sulfit diprediksikan 10 persen mengalami efeknya secara langsung seperti kulit menjadi kemerahan, meningkatnya tekanan darah, sakit perut, mual , dan diare. Lebih parahnya lagi akan terjadi reaksi serius seperti asma dan shock anafilaksis yang sangat berbahaya bagi tubuh.

 

Selain kandungan sulfit berada di wine, bahan ini juga ditemukan pada keripik, pizza, selai, buah kering, dan beberapa produk laut atau daging olahan. Asam yang berasal dari sulfit akan membentuk gas dalam mulut dan menghubungkan langsung dengan air liur. Pada saat itulah udara menjadi kencang dan sulit untuk bernafas.

 

“Mungkin hanya satu dari sepuluh orang yang sensitif dengan sulfit dan sangat rentan bagi penderita asma.” ujar Prof. Hassan Vally dari School of Public Health and Human Biosciences in Melbourne. “Sebanyak 90 persen orang mungkin juga tidak mengalami masalah dengan sulfit,” tambah Dr. Adrian Morris, seorang konsultan spesialis alergi di London Medical Centre dan Royal Brompton Hospital

 

DAPATKAN KESEHATAN YANG OPTIMAL DAN SOLUSI PENYAKIT ANDA DENGAN TRANSFER FACTOR. UNTUK MENGETAUHI LEBIH LANJUT SEGERA HUBUNGI KAMI.

TERIMA KASIH.
Kendati